Masjid di Jerman

Masjid merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk tempat melaksanakan beribadah umat islam. Banyak sekali masjid di Indonesia bahkan masjid yang ada di dunia pun juga memakai kubah masjid. Setiap masjid yang indah tentunya membutuhkan seorang pembuat kubah masjid yang sudah profesional untuk menciptakan suatu keindahan pada bangunna masjid, dalam pembuatan kubah masjid tentu bahan yang dipakai juga bermacam macam ada kubah masjid beton, kubah masjid grc serta ada juga bahan yang lainnya. Dalam membangun sebuah masjid tidak boleh asal asalan harus memperhatikan juga adat istiadat dari suatu daerah tersebut. Kubah tidak hanya digunakan sebagai penanda letak kiblat tetapi juga digunakan juga sebagai penguat komponen arsitektur. Rata rata bentuk kubah pada masjid berbentuk separuh bola tapi juga tidak diharuskan untuk memakai kubah pada sebuah masjid karena semua bangunan yang akan dibangun ada filosofinya sendiri.

Sejarah Masjid Schwetzigen

Masjid Schwetzigen merupakan masjid yang berada di Jerman, lebih tepatnya di taman Schwetzigen. Masjid Schwetzigen ini dibangun untuk menghormati umat isalam di tempat tersebut. Tapi menurut sejarah yang beredar di masyarakat Schwetzigen menyebutkan apabila masjid ini dibangun karena sebagai hadiah salah satu istri raja yang memeluk agama islam. Salah satu sejarah dari Masjid Schwetzigen ini adalah masjid ini dibangun untuk hadiah bagi salah satu istri raja yang berasal dari Turki yang memeluk agama islam. Selain itu kabar lainnya ialah ada salah satu bangsawan yang tinggal di situ juga beragama islam. Saat ini Masjid Schwetzigen digunakan juga sebagai objek wisata, seperti bangunan lainnya yang ada di kompleks istana Schwetzigen. Pada saat ini Masjid Schwetzigen juga difungsikan sebagai tempat bersejarah serta objek wisata. Kecuali pada hari senin Masjid Schwetzigen dibuka untuk masyarakat umum yang ingin mengunjunginya.

Arsitektur Masjid Schwetzigen

Pembuat serta perancang Masjid Schwetzigen adalah seorang arsitek dari Perancis yaitu Nicolas de Pigage yang mendapat inspirasi dari sebuah masjid yang berada di London. Untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Schwetzigen membutuhkan waktu kira kira 15 tahunan. Arsitek Nicolas de Pigage menggabungkan beberapa elemen elemen dari arsitektur Islam Moor. Selain itu Masjid Schwetzigen dibangun menggunakan konsep taman. Tidak hanya itu masjid ini juga memakai arsitektur timur seperti halnya pada bagian tengah Masjid Schwetzigen ada kubah yang memiliki bentuk bundar dan diapit dengan ruangan ruangan yang berbentuk persegi. Untuk lantainya menggunakan mosaik marmer. Tidak hanya itu saja Masjid Schwetzigen ini juga menggunakan bahan plesteran pada bagian langit langit masjid. Pada bagian tengah masjid ini ada tempat khusus atau ruangan khusus yang digunakan bagi para imam. Kesan mewah pada Masjid Schwetzigen terlihat pada bagian dindingnya yang dihiasi oleh lukisan serta sepuhan emas. Seperi halnya masjid masjid lainnya Masjid Schwetzigen juga dilengkapi oleh bangunan menara. Masjid Schwetzigen makin menarik untuk dilihat karena pada bagian luar masjid ini dikelilingi oleh taman dan juga ada sebuah kolam yang sangat luas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *